Senin, 17 Desember 2012

Ahli Properti

Jakarta mempunyai tokoh Cipto Junaedy yang menjadi ahli dalam property. Lalu Jakarta dijadikan kota dengan tingkat kenaikan harga tertinggi keempat di jagat raya. Ibukota Indonesia ini masih kalah di bawah Miami, Amerika Serikat di posisi kedua dan Nairobi, Kenya di posisi puncak. Pada riset lembaga konsultan properti internasional berjudul Knight Frank Prime Global Cities Index Kuartal 4-2011 mengungkapkan laju pertumbuhan harga properti mulai melambat kedua kalinya sejak krisis keuangan global tahun 2008 dan 2009. Lemahnya disebabkan pada runtuhnya raksasa keuangan Amerika Serikat, Lehman Brother. Hokinya pada pasar properti Asia telah mengasih berita gembira. Knight Frank telah menemukan kenaikan harga properti mewah di Asia hanya terjadi di tiga kota utama dan Jakarta menempati posisi pertama dengan kenaikan 14,3 persen. Pada kedua kota lainnya adalah Beijing dikisaran 8,1 persen, dan Hong Kong dikisaran 4,6 persen. Pada Cipto Junaedy mengatakan bahwa Knight Frank telah mencatat perumahan mewah di Jakarta mengalami kenaikan cukup tinggi. Harga perumahan di Pantai Indah Kapuk dan Kelapa Gading diketahui naik rata-rata 15-40 persen sepanjang 2011. Oleh sebab itu kawasan Kemang, Pondok Indah, serta Menteng hanya naik 5-15 persen.

Melihat kinerja sosok Cipto Junaedy pada tahun 2012 sagat mengesankan, Senior Associate Director, Knight Frank pun optimis harga rata-rata properti mewah di Jakarta akan tetap stabil. Tapi kenaikan harga properti mewah ini hanya berkisar kurang lebih 5 persen. Dari regional, banjir yang melanda Bangkok, Singapura, dan Beijing juga bisa melemahkan pasar properti mewah di Asia. Penyebab yang telah mempengaruhi tingkat harga, serta permintaan properti mewah di kota besar dunia merupakan pergerakan mata uang serta perubahan kebijakan hukum pajak yang berhubungan dengan properti.